Senin, 07 Desember 2015

Hidroponik


Ini dia, berkebun tanpa perlu tanah yang banyak. Kebetulan waktu itu main ditempat pak lik, adik sepupu dari ibu, lewat jalur mana kurang paham, lagi membudidayakan sayuran dengan cara hidroponik.

Melihat kata Hidroponik, hidro pastilah berhubungan dengan air. Beda dengan hidrogen, salah satu unsur kimia. Tapi Hidrogen adalah unsur pembentuk air. H2O adalah nama kimia air. Sedang poniknya ternyata daya, dari wikipedia. Jadi hidroponik adalah mendaya gunakan air untuk budidaya tanaman. Kalo mau lebih jauh tentang etimologi, kata tentang hidroponik silakan lihat di wikipedia aja, deh. Supaya lebih jelas.

Ternyata gampang-susah dan harus sabar kalo mau bercocok tanam dengan sistem ini. Nah ini hasil percobaan dengan sistem sumbu (wick). Oh, ya, hidroponik itu sendiri memiliki beberapa sistem.

Sistem apung. Dengan media gabus/stereofoam sebagai penunjang tanaman. Dan gabus kemudian diapungkan dalam larutan.

Sistem sumbu. Tanaman diletakkan dalm suatu media, bisa kapas, sabut kelapa, rockwool. Kemudian dimasukkan dalam wadah/pot yang diberi sumbu. Diletakkan ditempat yang air mengalir, misalnya pipa air yang ketinggiannya diatur. Sumbu berfungsi untuk menaikkan air ke pot selama akar belum bisa mencapai air di pipa.

Kalo tidak keliru ada 6 sistem hidroponik. Silakan lihat juga di wiki, disini nanti terlalu panjang.

Langsung, ini dia tahap ketika aku memulai.

Menyemai Benih
Pilih Benih yang diinginkan. Hidroponik cocok untuk sayuran. Karena berdurasi cepat dan tidak mempunyai batang yang besar. Kalo tanaman yang berbatang, kayak pohon mangga, wah, bisa jebol penopangnya.

Benih dimasukkan dalam media tanam yang dibasahi supaya lembab. Kebanyakan air lebih banyak gagal berkecambah.

Tutup dengan plasik bening, agar gampang dilihat. Dan simpan ditempat teduh. Bawah meja juga tidak jadi soal. Yang penting tidak ada gangguan. Simpan kurang lebih 3 hari.
Tidak semua benih mempunyai waktu yang sama dalam berkecambah. sayuran rata-rata 3 hari.

Pemindahan benih

setelah benih berkecambah, buka plastik penutupnya. Pindahkan ke mangkok/pot yang telah diberi sumbu. Bawa ketempat yang kena cahaya tidak langsung. Biarkan selama sehari.

Esok harinya baru kena cahaya matahari langsung. tapi jangan 1 hari penuh. jam 10an dipindahkan ketempat terlindung dari matahari. Tujuannya supaya beradaptasi.

Hari berikutnya bisa dijemur seharian. Harap diperhatikan, selama proses tersebut jaga media tanam tetap lembab.

Seiring dengan itu, daun tumbuh menjadi bertambah dari waktu awal berkecambah,siap dipindahkan ke tempat pralon hidroponik.

Pengairan
Setelah ada di pralon hidroponik, air mulai dialirkan. Gunakan pompa yang sesuai kebutuhan.Untuk menjaga agar pompa tidak cepat rusak, gunakan radar, pemutus kontak ketika air yang dihisap tidak mencukupi.


Panen
Masa panen lihat pada kemasan bibit. Rata-rata sayuran berkisar 1 bulan setelah tanam. Kalau dihitung dari masa pembenihan jadi 1,5 bulan.


Ini dia sayuran pakchoy dimakan dengan mie instan ...

Tidak ada komentar: