Sabtu, 31 Desember 2022

Yogya Lagi

بِسْمِ اللّٰهِ

18 Desember, setelah acara Temu Kangen, reuni sekolah, kami bergegas menuju Yogya. Hari sudah masuk waktu ashar. Khawatir terlalu malam nanti tiba di Yogya karena saat ini sudah mulai memasuki libur Natal dan tahun baru. Lalu lintas mulai ramai.

Alhamdulillaah perjalanan lancar. Masuk tol dari Jatingaleh dan keluar di Boyolali. Lewat jalur alternatif menghindari lampu lalu lintas yang cukup menyita waktu karena jumlahnya cukup banyak. di jalur Kartasura - Klaten. Sampai rumah di Yogya jam saat adzan isya sekitar 19.15an. 

Kegiatan sebagian besar hanya bebersih rumah. Terutama kamar bapak yang banyak tumpukan buku. Sepertinya belum sempat dipilah untuk dibuang karena beliau lagi kurang enak badan. Banyak tidur ketika kami menjenguk.

Senin malam menyempatkan keluar melihat suasana di jalan Malioboro,Yogya. Banyak perubahan yang terjadi selama 3 tahun masa pandemi dimana kami tak berkunjung ke yogya. Salah satunya adalah tak ada lagi pedagang kaki lima di sepanjang trotoar. Disatukan dalam satu tempat yaitu Teras Malioboro.




Lainnya yaitu jalan di Malioboro tidak boleh dilewati kendaraan bermotor. Berlaku setiap hari. Dan kami baru menyadari ketika ditengah jalan tak ada kendaraan. Hanya kendaraan listrik macam otopet, yang ternyata disewakan. Peraturan ini berlaku mulai pukul 18.00. Tengah asyik ditengah jalan, kaget ketika mendadak banyak mobil dan motor berdatangan, ternyata waktu sudah pukul 21, waktu tersebut menandai berakhirnya bebas kendaraaan bermotor di Malioboro.

Keesokan harinya, menyempatkan melihat di bagian selatan Malioboro. Tepatnya sekitar benteng Vredeburg setelah sebelumnya di Taman Sari, sudah tutup setelah jam 15.00 dan alun-alun selatan Keraton.


Ternyata, banyak sekali pengunjung di sekitar perempatan depan kantor pos. Banyak wisatawan lokal didominasi pelajar yang berlibur.








Pulang kami lewat jalur Yogya -  Bawen. Melihat suasana baru dan menyempatkan mampir ke Ambarawa di tempat usaha teman. Sekaligus sarapan dan juga anak bisa mengerjakan tugas sekolah lewat internet. 




Tempat usahanya tidak terlalu jauh dari Alun-alun ambarawa. Di luar, bisa melihat gunung Telomoyo jika langit lagi bersih. Pagi itu udara masih terasa segar. Cocok sambil menikmati soto hangat. Semoga bisa bertemu lagi ....

Kamis, 29 Desember 2022

Temu Kangen

 


بِسْمِ اللّٰهِ

40 tahun sudah berjalan waktu. Ada reuni sekolah angkatan tahun 1982. Sayang untuk tidak hadir, mengingat waktu jauh berlalu. Tentu banyak bahkan bisa dikata sangat banyak perubahan. Fisik pasti berubah. Yang sudah punya cucu, sebagian. Bahkan yang sudah berpulang pun ada. Kami tentu akan menyusul, entah waktunya.

Pengumuman untuk kontribusi dan kedatangan sudah diumumkan 3 bulan sebelum hari H, 18 Desember, di Semarang. Kesempatan tidak datang dua kali, bertemu bersama sangat langka  Karenannya aku usahakan datang. Sekalian jalan, menegok ayah dan adik di Yogya.

Berangkat bertiga, tanggal 17 tengah malam untuk menghindari kemacetan. Alhamdulillaah, sesuai perkiraan, lancar. Bisa tiba di Cirebon menjelang subuh. Perkiraan tiba di Semarang masih terlalu cepat dengan jam chek in hotel maka menyempatkan menengok saudara sepupu, pak de anakku.


Menuju Slawi, untuk menengok sepupu. Sekitar jam 7 tiba dirumahnya. Dekat dengan pabrik gula Pangkah. Tak terlalu jauh dengan obyek wisata kereta untuk angkut tebu.

Mampir Kendal, ke rumah teman, sekalian lewat. Dan berkat dia, dapat tempat menginap. Tiba di Semarang sekitar jam 15.00, kena macet di tol krapyak - Jatingaleh. Langsung ke Allstay, chek inBebersih dan kemudian cari makan. Kebetulan disebelah ada warung yang sedang ramai. Sekalian mau tahu apa yang bikin ramai, ternyata hargan menu yang  murah. 

Tetapi menurut aku, menu kurang bikin kenyang. Seukuran mie instan porsinya. Yah, sesuai harga. Juga nama menunya yang bikin aku kurang nyaman. Seperti tak ada nama yang lebih baik dari hal yang berbau mistis. Atau ini yang memang disukai anak milenial, sudah bukan jamanku tentunya.




Keesokan hari 18 desember, acara reuni. Jam 11 mulainya. Panitia sudah hadir lebih dulu tentunya, sekitar jam 9 untuk mempersiapkan tepatnya melengkapi kalo ada yang kurang. Acara berjalan lancar, seru. Seperti umumnya, makan dan ngobrol temu kangen. Ada juga yang joget, jadi gak ingat kalo sudah berumur.




Guru yang hadir adalah pak Arif, matematika dan pak Sardulo, bahasa daerah. Walaupun sudah usia 68 tahun, masih tetap terlihat tegap. Semoga tetap sehat. Terima kasih telah berkenan hadir.







Acara berakhir jam 15 sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik tempat. Apakah aku bisa bertemu lagi dengan kalian? Mudah-mudahan apa yang jadi keinginan teman-teman terkabul, Seduluran sak lawase. Semoga ...

Selasa, 09 Agustus 2022

Godok TT600

 

بِسْمِ اللّٰهِ
Flash light atau lampu kilat godok tt600 dipilih karena universal dan memiliki guide number (GN) tinggi, 60. Semakin tinggi nilainya semakin baik dengan kata lain semakin jauh jangkauan jarak yang bisa dicapai cahaya lampu kilat. Rumusnya GN = jarak x bukaan diafragma (F) lensa. Dengan GN tinggi ada kekurangan yaitu butuh tenaga besar juga. Sesuai. Otomatis boros baterai .

Dengan baterai yang bisa isi ulang tentu lebih hemat, seperti saran dari pabrikan yang merekomendasikan baterai tertentu. Tetapi karena masih kurang mantap, ganti dengan baterai yang dipakai buat mainan remote control (RC). Karena baterai RC tak bisa masuk diruang baterai, perlu sedikit modifikasi. Selain itu, dari modifikasi ini, bisa menggunakan adaptor. Jadi gak perlu pusing baterai lagi kalo mau digunakan dalam ruang. Tak pakai lama, langsung bongkar.

Yang dibutuhkan :
Jack dc female and male.
Kabel yang bisa tahan arus 3A
Box tempat baterai, menyesuaikan.
Modul Stepdown buck dan saklar. Untuk menurunkan tegangan menjadi 6V
Solder dan timahnya.
Obeng (screw driver) kecil

box, baterai, saklar dan stepdown buck


jack dc male sebaiknya yang ini, disolder langsung.

Untuk kotak baterai tidak akan ditulis dianggap mudah untuk dilakukan. Hanya tinggal merakit saja. Bahan bisa dibeli di toko online. Langsung ke Godox tt600.

Lepaskan sekrup pada hot shoe. ada 4 buah. 



Buka 2 sekrup pada bagian atas. Antara head lamp dan body dengan memutarnya 90°.


Lantas goyang atau putar kanan kiri head lamp sedikit agar body bisa terbuka. Jika sudah terbuka pelan-pelan bisa ditarik tutup body. Begitu terlepas tutupnya jangan langsung buka karena ada kabel yang menahan. 
Posisikan head lamp ke depan mengarah ke atas. agar mudah pasang jika tercabut atau bergeser dari tempatnya



Berikutnya adalah memberi lubang pada cover body untuk tempat jack dc female. Lubang menyesuaikan. Posisi dipilih, pinggir atau tengah. Perhatikan ruang dibaliknya. 



Selanjutnya menyiapkan kabel untuk disolder. Jika kesulitan bisa melepas rangkaian elektronik pada body.  Perhatikan kabel fleksibel. Yang dibalik hot shoe bisa dilepas dengan ditarik perlahan. dan yang disamping harus membuka penguncinya dengan cara digeser/ditarik ke arah luar. Perhatikan kanan kirinya, karena harus sejajar. Setelah itu kabel bisa ditarik lepas.

Perhatian pada saat mencopot PCB power ini, kabel yang mengarah pada kapasitor, ada tulisan 320V, mencopotnya harus hati-hati terutama kalau baru selesai dipakai atau dinyalakan. Bisa jadi masih ada simpanan listrik yang masih besar voltasenya. Agar aman, buang muatannya atau tunggu sekitar 1 minggu untuk membongkarnya.




Solder kabel + pada kaki kapasitor atau pada PCB. perhatikan jalur yang bertuliskan Batt. Dan kabel - pada lubang yang ada tulisan GND. Sambungkan ke jack dc female dimana yang terminal tengah + (positif).


Rangkai kembali dengan cara kebalikan dari membongkar.
Siap dicoba dengan menggunakan adaptor. Untuk mengetahui berapa kuat arus (ampere) yang ditarik saat isi ulang (loading). Saat 1/64 dibutuhkan 2.85A dan 1/8 sekitar 4.33A



Inilah gunanya menggunakan jack dc male yang disolder, karena akan ada panas pada jack tersebut. Jika menggunakan jack yang dibaut, akan membuat plastik isolator pada jack male berasap jika penggunaan lampu kilat secara terus menerus tanpa jeda dengan kekuatan penuh atau 1/2. 
Di bawah ini perbandingan waktu isi menggunakan adaptor dan baterai rc dalam kondisi hampir habis  dan penuh. Flash diset dalam kekuatan penuh (1/1)


Arus yang ditarik sekitar 7.6 A dan waktu isi sekitar 4.4 detik. 


Ini dengan baterai RC jenis LiPo kapsitas 2200mah dalam kondisi lemah 7.6v. Waktu isi 7.6 detik


Masih dengan baterai RC kondisi sudah dicharge. Waktu isi 5.8 detik. lebih cepat 2 detik dari waktu baterai dititik lemah.

Sebagai catatan, pengukuran waktu isi ulang tidak akurat karena menggunakan cara manual. Ini hanya untuk perkiraan pembanding saja.
Pilihan pada baterai RC jenis LiPo karena ringan, kecil atau ringkas dan memiliki banyak pilihan kapasitas. Tentu kemampuan cepat melepas energi yang besar jadi pertimbangan juga.

Untuk adaptor, sebaiknya menggunakan yang 2  amper ke atas, maksimum 5 amper. Volatase di set pada 6v. Kebutuhan voltase Godox tt600 adalah 6v.
Cara tersebut di atas ternyata sudah pernah di buat pada Maret 12 tahun 2015 bisa cek di sini. Pada link tersebut voltase untuk lampu kilat adalah 12v. 





Jumat, 15 Juli 2022

Check Engine


بِسْمِ اللّٰهِ
Mobil dengan pasokan bahan bakar injeksi pada saat ini sudah banyak. Suzuki Vitara yang diluncurkan di Indonesia tahun 1992  banyak menarik perhatian. Dengan  mesin 4 silinder 1.600 cc 8 valve yang masih menggunakan sistem karburator. Hal ini karena model tinggi seperti jip tetapi bersuspensi keong. Menjadikan jip rasa sedan. Selain itu, ada juga yang sudah menggunakan sistem injeksi yang merupakan edisi terbatas. Dikenal dengan Vitara EPI (electronic petrol injection). Mesin masih 4 silinder hanya katupnya sudah 16.


Bicara mesin injeksi, banyak sensor yang ditanam pada mesin untuk mempermudah bila ada persoalan dengan mesin, lampu idikator check engine akan menyala.

Bagi yang belum mengetahui penyebab check engine tiba-tiba menyala, menyebabkan kepanikan sendiri karena tak mengetahui apa penyebabnya. Karena lampu memang hanya menyala saja. Diperlukan alat khusus. Tetapi ada juga cara manual. Untuk yang di vitara EPI bisa dilakukan dengan menjumper pada monitor coupler yang terletak dekat dengan baterai (accu).  Menempel dengan tempat fuse. Tertutup dengan karet pelindungnya.



Jika check engine menyala, untuk mengetahui mana yang mengalami masalah, perlu kabel atau semacamnya untuk menghubungkan (jumper) konektor tertentu agar kode dimana masalah berada muncul. 


Pada monitor coupler ada bagian konektor yang kosong sebut saja A. Diatas A, B dan C. Disebelah A, D terus E dan F. Hubungkan B dengan D, dan perhatikan kedipan lampu check engine. Bisa juga dilihat di rhinopower.org jika ingin lebih detail.


Diagnostic Code
Diagnostic Item
Possible Fault
12
Normal
No fault or fault in not monitored circuit
13
O2 Sensor
ECU will drive mixture rich or lean.
If O2 reading doesn't change or is slow to change a fault is flagged
13
Barometric Sensor
Barometric sensor reading High or Low (Diesel)
14
Water Temperature Sensor
WTS signal High
Open circuit sensor or bad ground
14
Needle Movement Sensor
Needle Movement Sensor High or Low (Diesdel)
15
Water Temperature Sensor
WTS signal Low
Short circuit in sensor or wiring shorted to ground
21
Throttle Position Sensor
TPS signal High
TPS faulty or open circuit signal or ground connection
22
Throttle Position Sensor
TPS signal Low
TPS faulty, short circuit signal or open circuit power connection
23
Air Temperature Sensor
ATS signal High
ATS open circuit or bad ground
24
Vehicle Speed Sensor
VSS faulty, Broken Speedo cable
25
Air Temperature Sensor
ATS signal Low
ATS short circuit, signal wire short circuit or open circuit power connection
26
O2 Sensor (Right bank)
V6 engines only
If O2 reading doesn't change or is slow to change a fault is flagged
27
Compensation Resistance Signal
(Diesel only?)
Open circuit or shorted
28
Glow Plug Relay Signal
(Diesel only)
Open circuit or shorted
31
Manifold Pressure Sensor
MPS signal Low
MPS faulty, open circuit power connection
31
Boost Sensor Signal
(Turbo)
Boost sensor Signal Low
Boost sensor faulty, open circuit power connection
32
Manifold Pressure Sensor
MPS signal Low
MPS faulty, open circuit power connection
32
Boost Sensor Signal
(Turbo)
Boost sensor Signal High
Boost sensor faulty, open circuit ground connection
33
Volume Airflow Sensor
Volume Airflow Sensor too High or too Low
Airflow sensor faulty or faulty wiring
33
Mass Airflow Sensor
MAF Signal High
MAF faulty or bad ground connection
34
Mass Airflow Sensor
MAF Signal Low
MAF faulty or bad power or signal connection
35
NE Sensor
(Diesel only)
 
37
ABS
ABS malfunction - does not set MIL!
41
Ignition Fail Safe Signal
Bad connection to noise suppressor, bad noise suppressor
41
Timer Control Valve Signal
(Diesel only)
 
42
Crank Angle Sensor
CAS signal not present during cranking, only shows while cranking!
Faulty CAS or bad connection
43
Knock Sensor circuit malfunction
Faulty Knock Sensor or bad connection
43
Starter Signal
(Diesel only?)
Starter signal on during engine running
Starter signal off during cranking
44
Idle switch
Idle Switch Open
Faulty Idle switch, badly adjusted TPS, open circuit signal or ground connection
45
Idle Switch
Idle Switch Closed
Faulty Idle Switch, badly adjusted TPS or signal shorted to ground
46
IAC Valve
 
47
CMP Sensor
camshaft Position Sensor
51
Exhaust Gas Recirc Valve
EGR modulator faulty, exhaust passageway clogged, bad VSV, vacuum leak, catalytic converter fault
52
Fuelling Fault
Bad injector, dirty injector, excessive fuel pressure
52
Spill Valve Signal
(Diesel)
Stuck spill valve, open or shorted wiring
53
Ground Circuit Error
California ECU in non-Calif vehicle. Non-Calif ECU in Calif. vehicle
54
5th Gear Switch
 
61
Shift Solenoid Valve A (#1)
(A/T)
 
62
Shift Solenoid Valve A (#1)
(A/T)
 
63
Shift Solenoid Valve B (#2)
(A/T)
 
64
Shift Solenoid Valve B (#2)
(A/T)
 
65
TCC Solenoid Valve Electrical
(A/T)
 
66
TCC Solenoid Valve Electrical
(A/T)
 
71
Test Switch
Test Switch Terminal Grounded (Samurai only?)
Wire link still in diagnostic plug or signal shorted to ground
71
Memory Error
(Late models)
ECU internal write error or checksum error
72
Transmission Range Switch circuit malfunction
(A/T)
 
73
Fuel Temperature Sensor
(Diesel)
Fuel temp. sensor, open or shorted wiring
75
Output Speed sensor Circuit Malfunction
(A/T)
 
76
Input/turbine Speed sensor Malfunction
(A/T)
 
ON - Not Flashing
ECU
ECU Failed
Immobiliser
81
Immobiliser/ECU
Immobiliser codes not matched (ECU side)
82
ECU
ECU Internal fault
83
Immobiliser/ECU
Serial Data Link
84
ECU
No Immobiliser codes registered in ECU

Kedipan 12 (diagnostic code) menandakan check engine berkedip sekali jeda terus kedip dua kali. Ada jeda agak lama sekitar 3-4 detik kemudian berulang. Artinya keadaan normal. Tak ada masalah.


Yang perlu diingat adalah mengetahui nama bagian-bagian kendaraan dan tempatnya. Sebagai misal, jika ada kode. 34, permasalahan ada di Map airflow (MAF).


Maka ditempat ini yang perlu jadi perhatian.


Bisa masalah kabel yang putus, soket yang kendor, bagian dalam MAF yang kotor atau memang MAF itu sendiri yang sudah waktunya ganti (rusak). 

Bila saat berkendara tiba-tiba check engine menyala, jangan panik. Selama mesin masih bisa menyala, yang perlu diwaspadai adalah kondisi panas mesin. Selalu perhatikan temperatur pada panel dashboard tiap 5-10 menit sekali. Yang terjadi adalah bensin jadi boros atau tenaga berkurang. Mesin kurang responsif. Hal ini didapat dari mekanik bengkel resmi suzuki di Yogya. Wajar karena ada manajemen mesin yang terganggu. 

Dan karena penjelasan tersebut ketika mengalami check engine menyala di Subang dalam perjalanan dari Jakarta ke Yogya, diabaikan. Baru setelah sampai tujuan di periksa  ternyata hanya soket water temperatur sensor lepas. Beda jika masalah di pengapian (kode 41), mesin mati. Harus dicari dulu penyebabnya.