Senin, 27 Maret 2023

Ganti Kamera Parkir

 

بِسْمِ اللّٰهِ
Saat membeli Ignis, sudah ada kamera untuk parkir. Bisa jadi karena usia pakai, kamera tersebut agak berkabut hasilnya di monitor. Tentu menjadi tidak nyaman ketika melihat monitor saat mau mundur. Karena instalasi kabel sudah ada, jadi lebih mudah hanya ganti kamera.

Ternyata sulit untuk mencari di toko online yang hanya menjual kamera saja. Terpaksa membeli satu set. kamera pun dipilih yang model garis bantu bisa berbelok.


Cara ganti ternyata tak begitu gampang. karena harus buka bagian belakang di atas nomor kendaraan. Kalau hanya buka doortrim belakang, mudah. Cukup dengan ditarik sentak. Karena penguncinya hanya klip saja.




Untuk bagian yang di luar, perlu buka beberapa mur. Selanjutnya perlu dicongkel, tarik karena yang dekat dengan kaca dikunci dengan klip. Setelah ini bisa terbuka tinggal buka lampu nomor kendaraan sebagai bracket kamera. Melepasnya dari dalam dengan menekan pengaitnya. Sebelumnya, cabut kabel kamera dan sumber listriknya. tak lupa juga kabel lampu nomor.





Pasang Kamera baru pada bracket lampu. Siap dipasang kembali. Kalau sebelumnya, posisi  kamera ada di sebelah kanan,sekarang diubah di sebelah kiri. Supaya tampilan pada monitor lebih tepat karena kamera mendekat ke tengah belakang kendaraan.



Pasang kembali penutupnya. Kalo perlu ganti klip yang rusak. Juga dengan klip doortrimnya.



Setelah dicoba, ternyata lebih enak menggunakan kamera yang garis bantunya lurus saja. Karena garis bantu belok tidak akurat. Hanya sekedar memberitahukan kendaraan posisi berbelok. 




 


Sabtu, 25 Maret 2023

AGS Shiftlight


 بِسْمِ اللّٰهِ
Pengganti vitara adalah ignis tahun 2017. sebagai kendaraan keluarga. Model  adalah GX dengan transmisi AGS karena untuk mengantisipasi kemacetan.
Transmisi 
AGS (Auto Gear Shift) merupakan transmisi manual tanpa pedal kopling. Jadi perpindahan gigi secara otomatis dilakukan oleh Transmission Control Module (TCM). Tentu ini berdasar putaran mesin. Sayangnya berakibat ada rasa yang kurang halus pada perpindahannya. Karena pedal gas tak dilepas saat perpindahan gigi, mengakibatkan ada rasa sedikit menyentak ketika terjadi perpindahan gigi yang lebih tinggi. Untuk mengakali hal in, dipasang lampu pengingat untuk lepas pedal gas. Cukup sederhana dan butuh modal kecil.

Alat dipasang didepan tuas penarik kopling. Diperlukan bracket yang berfungsi untuk tempat switch on off lampu led. Bracket bisa dibuat sendiri menggunakan plat yang ditekuk dan diberi lubang. Langsung saja, Ini yang dibutuhkan. 


-Lampu led 1 buah dan resistor 1k
- Kabel 3m untuk + dan 1m untuk-
- Soket terminal 2 buah dan 1 (jika perlu)  untuk sumber listrik.
- Switch on off (yang ketika tertekan off)
- Solder
- Bracket switch
- Isolator bakar dan penutup soket, jika perlu.

Pertama yang dilakukan, menyolder led dan transistor kemudian dengan kabel. Setelah itu, tutup dengan isolator bakar agar rapi.



Selanjutnya selipkan di depan panel, agar lampu ketika menyala, terlihat. Cukup direnggangkan sedikit bagian antara panel dan penutupnya.




Kabel diteruskan ke ruang mesin. Dilewatkan lubang bersama dengan kabel utama. Letak ada dibalik box konsol. Lepaskan box agar mempermudah kerja. Gunakan kawat kecil untuk menarik kabel dari ruang mesin.




Selanjutnya Potong kabel menjadi 2 dan pasang soket pada ujungnya. Masukkn switch on off pada bracket yang sudah disiapkan..Pasang soket ke switch. Bracket siap dipasang didepan tuas kopling. Lepaskan mur pada bracket pengait mesin yang terletak depan tabung minyak ags. 




Pasang Switch tersebut agar tertekan oleh tuas kopling. Untuk sumber listrik + bisa dipasang dikotak sekring yang terletak di bawah konsol box, sejajar didepan pintu kiri. untuk kabel satu lagi bisa dipasang pada body kendaraan. Ingat, jangan terbalik. karena lampu led untuk arus searah. Pasang juga sekring pengaman pada kabel tersebut.







Kamis, 19 Januari 2023

Good bye b 8130 nh

 


بِسْمِ اللّٰهِ

Akhirnya perpisahan terjadi setelah 20 tahun lebih seminggu bersama. Inilah akhir  vitara bersama kluargaku. Dipinang oleh Ir R Sasta  Anggara Franceta. Tinggal di Surabaya. Tetapi sebenarnya dia masih bisa dibilang tetangga. Orang tuanya bertempat tinggal tak jauh, sekitar 100m, dari rumahku.


Mobil dengan body banyak baret, grill pecah, setir ada banyak gap, kabel sudah semrawut, ban semestinya diganti dan banyak lagi lainnya, Trima kasih ya Allaah, telah meminjamkan kendaraan tangguh ini. Penampakan terakhir saat akan berpisah, Jumat, 13 Januari 2023. 





Dan hari Minggu, pagi meninggalkan Jakarta. Sekitar jam 21.30 sampai Surabaya tanpa masalah. Alhamdulillaah.

Sudah banyak yang ditulis tentang mobil ini di sini. Silakan dilihat pada halaman sebelumnya. Akhir tulisan mobil ini, Vitara Epi tahun 1995, Good bye vitara se 416. Hijau metalik. Semoga dapat perawat yang lebih baik dari aku. 

👋





Sabtu, 31 Desember 2022

Yogya Lagi

بِسْمِ اللّٰهِ

18 Desember, setelah acara Temu Kangen, reuni sekolah, kami bergegas menuju Yogya. Hari sudah masuk waktu ashar. Khawatir terlalu malam nanti tiba di Yogya karena saat ini sudah mulai memasuki libur Natal dan tahun baru. Lalu lintas mulai ramai.

Alhamdulillaah perjalanan lancar. Masuk tol dari Jatingaleh dan keluar di Boyolali. Lewat jalur alternatif menghindari lampu lalu lintas yang cukup menyita waktu karena jumlahnya cukup banyak. di jalur Kartasura - Klaten. Sampai rumah di Yogya jam saat adzan isya sekitar 19.15an. 

Kegiatan sebagian besar hanya bebersih rumah. Terutama kamar bapak yang banyak tumpukan buku. Sepertinya belum sempat dipilah untuk dibuang karena beliau lagi kurang enak badan. Banyak tidur ketika kami menjenguk.

Senin malam menyempatkan keluar melihat suasana di jalan Malioboro,Yogya. Banyak perubahan yang terjadi selama 3 tahun masa pandemi dimana kami tak berkunjung ke yogya. Salah satunya adalah tak ada lagi pedagang kaki lima di sepanjang trotoar. Disatukan dalam satu tempat yaitu Teras Malioboro.




Lainnya yaitu jalan di Malioboro tidak boleh dilewati kendaraan bermotor. Berlaku setiap hari. Dan kami baru menyadari ketika ditengah jalan tak ada kendaraan. Hanya kendaraan listrik macam otopet, yang ternyata disewakan. Peraturan ini berlaku mulai pukul 18.00. Tengah asyik ditengah jalan, kaget ketika mendadak banyak mobil dan motor berdatangan, ternyata waktu sudah pukul 21, waktu tersebut menandai berakhirnya bebas kendaraaan bermotor di Malioboro.

Keesokan harinya, menyempatkan melihat di bagian selatan Malioboro. Tepatnya sekitar benteng Vredeburg setelah sebelumnya di Taman Sari, sudah tutup setelah jam 15.00 dan alun-alun selatan Keraton.


Ternyata, banyak sekali pengunjung di sekitar perempatan depan kantor pos. Banyak wisatawan lokal didominasi pelajar yang berlibur.








Pulang kami lewat jalur Yogya -  Bawen. Melihat suasana baru dan menyempatkan mampir ke Ambarawa di tempat usaha teman. Sekaligus sarapan dan juga anak bisa mengerjakan tugas sekolah lewat internet. 




Tempat usahanya tidak terlalu jauh dari Alun-alun ambarawa. Di luar, bisa melihat gunung Telomoyo jika langit lagi bersih. Pagi itu udara masih terasa segar. Cocok sambil menikmati soto hangat. Semoga bisa bertemu lagi ....

Kamis, 29 Desember 2022

Temu Kangen

 


بِسْمِ اللّٰهِ

40 tahun sudah berjalan waktu. Ada reuni sekolah angkatan tahun 1982. Sayang untuk tidak hadir, mengingat waktu jauh berlalu. Tentu banyak bahkan bisa dikata sangat banyak perubahan. Fisik pasti berubah. Yang sudah punya cucu, sebagian. Bahkan yang sudah berpulang pun ada. Kami tentu akan menyusul, entah waktunya.

Pengumuman untuk kontribusi dan kedatangan sudah diumumkan 3 bulan sebelum hari H, 18 Desember, di Semarang. Kesempatan tidak datang dua kali, bertemu bersama sangat langka  Karenannya aku usahakan datang. Sekalian jalan, menegok ayah dan adik di Yogya.

Berangkat bertiga, tanggal 17 tengah malam untuk menghindari kemacetan. Alhamdulillaah, sesuai perkiraan, lancar. Bisa tiba di Cirebon menjelang subuh. Perkiraan tiba di Semarang masih terlalu cepat dengan jam chek in hotel maka menyempatkan menengok saudara sepupu, pak de anakku.


Menuju Slawi, untuk menengok sepupu. Sekitar jam 7 tiba dirumahnya. Dekat dengan pabrik gula Pangkah. Tak terlalu jauh dengan obyek wisata kereta untuk angkut tebu.

Mampir Kendal, ke rumah teman, sekalian lewat. Dan berkat dia, dapat tempat menginap. Tiba di Semarang sekitar jam 15.00, kena macet di tol krapyak - Jatingaleh. Langsung ke Allstay, chek inBebersih dan kemudian cari makan. Kebetulan disebelah ada warung yang sedang ramai. Sekalian mau tahu apa yang bikin ramai, ternyata hargan menu yang  murah. 

Tetapi menurut aku, menu kurang bikin kenyang. Seukuran mie instan porsinya. Yah, sesuai harga. Juga nama menunya yang bikin aku kurang nyaman. Seperti tak ada nama yang lebih baik dari hal yang berbau mistis. Atau ini yang memang disukai anak milenial, sudah bukan jamanku tentunya.




Keesokan hari 18 desember, acara reuni. Jam 11 mulainya. Panitia sudah hadir lebih dulu tentunya, sekitar jam 9 untuk mempersiapkan tepatnya melengkapi kalo ada yang kurang. Acara berjalan lancar, seru. Seperti umumnya, makan dan ngobrol temu kangen. Ada juga yang joget, jadi gak ingat kalo sudah berumur.




Guru yang hadir adalah pak Arif, matematika dan pak Sardulo, bahasa daerah. Walaupun sudah usia 68 tahun, masih tetap terlihat tegap. Semoga tetap sehat. Terima kasih telah berkenan hadir.







Acara berakhir jam 15 sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik tempat. Apakah aku bisa bertemu lagi dengan kalian? Mudah-mudahan apa yang jadi keinginan teman-teman terkabul, Seduluran sak lawase. Semoga ...