Kamis, 29 April 2021

Pengapian (ignition)

 


بِسْمِ اللّٰهِ

Hampir sebulan kendaraan hanya diam di garasi, saatnya untuk digunakan agar performa baterai terjaga. Sayang sekali ternyata mesin menyala hanya beberapa detik. Selebihnya tak mau dinyalakan lagi dengan mencoba empat-lama kali starter. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar baterai tidak terbuang tenaganya, mengingat sudah lama kendaraan diam.

Usut punya usut, pengapian bermasalah sepertinya. Karena ada bunyi pompa bahan bakar. Menandakan sistem suplai bahan bakar bekerja. 
Sebelumnya memang ada laporan dari anak yang terakhir menggunakan, bahwa mesin mendadak mati dalam perjalanan tapi kemudian bisa dinyalakan kembali. Sayang sekali setelah itu dianggap tak ada masalah. Beruntung sekali masalah tersebut berulang ketika kendaraan masih di garasi.

Tak menunggu lama, memastikan dengan melepas busi untuk cek ada tidaknya percikan api. Busi diletakkan di badan mesin untuk mendapat ground listrik. Sebelum itu, mengendorkan distributor dan mencabut kabel dari tutup distributor.




Hidupkan kontak pada  posisi on tapi jangan distarter. Kemudian goyang atau geser kiri kanan ditributor. Tidak dilakukan dengan cara distarter karena dilakukan sendirian. Hal lain adalah untuk menjaga kondisi baterai. Busi tak ada percikan listrik. Perlu diketahui, kendaraan adalah suzuki vitara epi. Sistem pasokan bahan bakar sudah injeksi. Tantu berbeda dengan yang sistem karburator. Ada beberapa hal penyebab ini.
- Koil 
- Trigger pada distributor
- Transistor daya (J121)
- Noise suppressor (NS)
- Electonic contor unit (ECU), sangat jarang terjadi dan semoga tidak.
Kurang lebih diagram sistem pengapiannya ini.

Gmbr cosmoselectric.com dgn perubahan seperlunya

Noise suppressor
(NS) fungsi serupa dengan kondensor pada sistem platina. Sedangkan transistor J121 serupa dengan CDI atau igniter. Pada distributor ada trigger yang mengatur putus sambung listrik yang 'dibaca' ECU guna membuka tutup gerbang J121 
untuk membangkitkan medan magnet di koil dan juga denyut untuk mengatur hidup-mati relai yang ke pompa injeksi bahan bakar. 

NS bisa dikatakan jarang rusak, sementara diabaikan. Cek dulu denyut listrik ke J121. Jalur ini dari ECU ke J121. Tegangan kecil sekitar 3V. Cukup dengan menggunakan satu lampu LED jika tak ada multitester. Masukan kaki + LED pada kabel yang dari ECU atau pada kaki terminal IB di transistor J121. Kaki - LED di kaki terminal G transistor J121.
Nyalakan kontak dan hidupkan mesin (starter). Pastikan transmisi netral dan rem tangan aktif. Jika lampu menyala berkedip, menandakan
- Trigger distributor baik
- ECU normal
- Transistor J121 bermasalah


Copot J121 tersebut. Ukur dengan multitester. Beri tegangan 3V pada kaki IB, +. Kaki G -. Ukur hambatan (R) J121 dengan  + ujung multitester pada kaki G  dan - pada kaki OC. Jika ada nilai hambatan yg besar, J121 masih baik dan sebaliknya.




Ada dua model, J121 yang asli pabrikan (OEM) sebelah kiri. Bagian bawah ada lekukan. Bagian bawah tulisan J121 ada angka. Yang Non OEM, tercetak angka warna putih.





Kaki J121 yang diberi tegangan dan yang diukur dengan lead multitester. 

Karena J121 baik, ECU tak bermasalah dan trigger ada denyut, kemungkinan besar adalah di koil. Pertimbangan NS dianggap baik. Hal ini karena NS berupa resistor (2k2 ohm) dan kapasitor, yang sangat jarang mengalami kerusakan.

Koil ditest dengan cara manual. Menggunakan sistem platina dan kondesor.


Hasilnya, koil masih layak pakai.

Karena semua kondisi masih baik, maka yang terakhir adalah urut kabel. Ternyata ditemukan bagian sambungan NS yang kabel ground hampir putus. Maklum, usia. Ketika di cek dengan multitester ataupun dengan lampu, masih ada hubungan alias tersambung. Tak ada salahnya memperbaiki sambungan, karena sudah terlanjur urut kabel dan bongkar. Bisa jadi tegangan dan arus tak sesuai masuk ke J121 dan ECU.


Setelah disolder, hasilnya tidak mengecewakan. Api pada busi kembali menyala.


Setelah pasang kembali tidak langsung menyalakan mesin. Aki yang sudah kepayahan, perlu dicharge semalam. Supaya jika ada kegagalan (semoga tidak) tidak menjadikan aki makin buruk kondisinya.


Kondisi pada saat pengisian


Setelah  pengisian

Dan Alhamdulillaah .... ctek... breemmmm. Ternya hanya soal kabel ground yang hampir putus. 







Tidak ada komentar: