بِسْمِ اللّٰهِ
Alhamdulillaah, lebaran tahun ini sudah bisa mudik. Tentu dengan memperhatikan prosedur kesehatan alias pakai masker, rajin cuci tangan dan menghindari kerumunan. Dan seperti biasa menengok bapak yang tinggal bersama adik dan anaknya di Yogyakarta.
Seperti tahun sebelumnya perkiraan akan kemacetan pasti ada. Biasanya jam sore-magrib dan subuh. Maka berdasar pengalaman itu, juga informasi lewat tv dan radio, kami berangkat jam ba'da dhuhur tanggal 30 April. Selain one way, tanggal tersebut dipilih karena ada rekayasa lalu lintas pengguna tol yang menerapkan sistem nomor kendaraan ganjil dan genap yang menyesuaikan dengan kalender.
Sesuai prediksi, perjalanan tanpa banyak hambatan. Ternyata kami juga mendapatkan bahwa sistem ganjil genap sepertinya tidak berlaku. Atau bisa jadi karena banyaknya kendaraan, petugas tidak bisa mensortir dengan baik.
Menjelang Brebes, waktu mendekati maghrib. Kami masuk rest area, tentu yang posisi di sebelah kanan. Relatif lebih sepi. Selain isi bbm juga persiapan buka puasa dan ke toilet. Dengan situasi seperti ini, perkiraan sampai di Yogya sekitar jam 22-23. Dan kami memutuskan untuk segera lanjut tanpa menunggu waktu buka puasa.




















