Rabu, 25 Mei 2022

Akhirnya Bisa Mudik Lagi


بِسْمِ اللّٰهِ

Alhamdulillaah, lebaran tahun ini sudah bisa mudik. Tentu dengan memperhatikan prosedur kesehatan alias pakai masker, rajin cuci tangan dan menghindari kerumunan. Dan seperti biasa menengok bapak yang tinggal bersama adik dan anaknya di Yogyakarta.

Seperti tahun sebelumnya perkiraan akan kemacetan pasti ada. Biasanya jam sore-magrib dan subuh. Maka berdasar pengalaman itu, juga informasi lewat tv dan radio, kami berangkat jam ba'da dhuhur tanggal 30 April. Selain one way, tanggal tersebut dipilih karena ada rekayasa lalu lintas pengguna tol yang menerapkan sistem nomor kendaraan ganjil dan genap yang menyesuaikan dengan kalender.

Sesuai prediksi, perjalanan tanpa banyak hambatan. Ternyata kami juga mendapatkan bahwa sistem ganjil genap sepertinya tidak berlaku. Atau bisa jadi karena banyaknya kendaraan, petugas tidak bisa mensortir dengan baik. 



Sisi sebelah kiri banyak mengalami kemacetan. Hal ini karena perlambatan ketika mendekati rest area. Setelah itu biasanya ramai lancar. Berbeda dengan yang sisi kanan, karena sifatnya situasional, dibuka ketika sisi arah Jakarta-Semarang mengalami penumpukan kendaraan dan kebetulan kami mendapatkan kesempatan tersebut. One way berlaku dari gerbang tol Cikampek hingga Gerbang tol Kalikangkung, Semarang. Dari km 70 - 414 jika tak keliru.

Menjelang Brebes, waktu mendekati maghrib. Kami masuk rest area, tentu yang posisi di sebelah kanan. Relatif lebih sepi. Selain isi bbm juga persiapan buka puasa dan ke toilet. Dengan situasi seperti ini, perkiraan sampai di Yogya sekitar jam 22-23. Dan kami memutuskan untuk segera lanjut tanpa menunggu waktu buka puasa.

Kodarullaah, sepertinya kami tak diijinkan untuk langsung Yogya. Kendaraan mengalami kerusakan pada sistem suspensi. Dudukan shockabsorber bawah belakang pecah sehingga shock lepas. Shock terpaksa dicopot. Dan kami berjalan dengan satu shock dibelakang sambil mencari bengkel las. Kami mendapatkannya di Petarukan, Pemalang dengan bantuan dari petugas tol.



Sambil menunggu pekerjaan las selesai, kami shalat dan makan. Karena bengkel las ini memang dekat dengan masjid dan didepannya ada warung bakso. oh ya, nama pemilik bengkel, pak Basiri.


Sekitar jam 12 malam kami sampai di Semarang dan menginap di tempat bu Lik. Sekitar jam 6an kami berangkat kembali ke Yogya. Melalui tol dan karena kami tak ingin buru-buru sampai Yogya, kami keluar di Sala Tiga. Menuju Yogya via Ketep Pas.







Rabu, 16 Maret 2022

Boot Shockabsorber 2


 بِسْمِ اللّٰهِ
Masih masalah ganti boot. Sekarang yang diganti bagian belakang. Lebih mudah dan perlatan lebih sedikit.


Berhubung shock sudah bukan bawaan pabrik, mungkin sedikit berbeda dengan ukuran toolsnya. Tapi setidaknya yang diperlukan sama.
- Kunci pas ukuran 6, 14 & 17
- kunci shock 14 & 17
- Jika perlu, kunci inggris (adjustable wrench)
- Tak lupa, dongkrak, stand jack dan pembuka baut roda.
- Penetran penghilang karat, mengingat mur baut shock jarang dibuka. & kotor.

Langkah pertama tentu membuka mur roda. Dilanjutkan dengan mendongkrak. Pasang stand jack, terakhir melepas roda. Beri penghilang karat pada mur baut shock jika perlu.



Lepaskan bagian atas shock dengan kunci pas 6 dan 14. Dilanjutkan dengan bagian bawah menggunakan kunci shock dan pas 17.


Boot bisa langsung dilepas setelah shock dikeluarkan dari dudukannya. Jangan lupa bersihkan mumpung sekalian bongkar.



Pasang kembali dengan langkah sebaliknya dari waktu bongkar.



Cek kembali mur baut yang dikencangkan sebelum pasang ban





Rabu, 02 Maret 2022

Boot Shockabsorber 1


بِسْمِ اللّٰهِ
Boot shock depan sudah robek dimakan usia. Perlu ganti agar batang besinya tetap bersih yang akan memperpanjang usia pakai. Untuk menggantinya bisa dikatakan mudah. Tak ada special tools yang dibutuhkan. Di sini boot yang digunakan adalah subtitusi. Tidak menggunakan bawaan standar pabrik (OEM) karena harga  mahal. Di gunakan punya nissan xtrail. Toh fungsi sama. hanya tinggal masalah ketahanan, apakah bisa dipakai dalam waktu lama. 

Langsung mulai dengan persiapan peralatan.
- Dongkrak & stand jack, Balok kayu jika perlu.
- Kunci pas, ring & shock (12, 14, 17, 19)
- Ragum penjepit jika ada.
- Obeng (screw driver) gemuk & insulok jika diperlukan.


Tentu yang dilakukan pertama adalah mengendurkan baut ban. Dongkrak dan pasang stand jack untuk pengaman. Dongkrak dan lepaskan ban.

Tahan lengan ayun dengan dongkrak. Ingat, tekanan per yang tertahan oleh shock.Hati2. Kendurkan bagian mur baut bagian bawah shock. dilanjut dibagian atas dan dilepaskan. . Bagian tengah shock akan turun sendiri dari dudukannya. Turunkan dongkrak perlahan. Lepaskan mur pengikat shock dengan as roda. Keluarkan shock, dari tempatnya.



Bagian tengah yang menjepit boot, baut sulit dilepas karena asnya ikut berputar. Untuk hal ini perlu ragum penjepit, untuk menahan piringan yang menjepit boot. Karena bentuk as piringan tersebut tidak lingkaran utuh, dimaksudkan untuk dipegang guna membuka baut as shock.




Siap untuk diganti. Karena ini bukan boot standarnya, ada perbedaan pada bagian atas yang dijepit yaitu ketebalannya. Jika tetap dipasang berakibat sulit dijepit karena baut tak bisa dipasang. Jadi bagian tebal boot dipotong, dihilangkan.



Rakit kembali. Beri gemuk dibagian as penjepit agar memudahkan kelak kalo akan ganti lagi. Ikat bagian bawah boot dengan insulok jika perlu. Pasang kembali shock ketempatnya. 




Cek dan pastikan mur baut terpasang semua dan dikencangkan semestinya. jangan lupa pasang roda kembali. :)




Jumat, 25 Februari 2022

Ganti Kopling

بِسْمِ اللّٰهِ

Sudah waktunya plat kopling ganti. Selain terasa berat juga sudah lima tahun lebih dan juga terasa bergetar ketika pedal kopling setengah dilepas. Kalo yang terasa  berat, kemungkinan dekrup atau cover clutch sudah lemah. Langsung ke persiapan sebelum ganti kopling.

Peralatan yang diperlukan
- Dongkrak
- Stand jack
- Kunci pas, kunci ring n shock ukuran 8 -19 yang sering digunakan 12 & 14. 
- Penetran untuk mur baut yang berkarat.
- Screw driver/obeng + & -
- Tang jika dibutuhkan.
- Mur dengan bautnya ukuran 14 yang panjang sekitar 5-6 cm

Untuk membongkar bak persneling sebaiknya dua orang. Jika sendirian, pastikan badan kuat. Karena bobot bak perseneling dan juga posisi di bawah.

Yang pertama dilakukan adalah memutus aliran listrik dengan mencabut salah satu kabel aki. Biasanya yang negatif. Selanjutnya adalah membuka konsol tongkat persneling dilanjutkan dengan tongkatnya. 




Untuk melepas tongkat, tekan tutupnya dan putar berlawanan arah jarum jam. Tutup akan terbuka ke atas karena tekanan per dibawahnya. Ini kendaraan yang dibongkar double gardan, jadi ada dua tongkat persneling.

Selanjutnya buka baut as gardan tapi jangan dilepas dilanjutkan lepas mur baut yang mengikat bak persneling. Juga dinamo stater. Bagian penahan bak persneling ke rangka kendaraan jangan dibuka penuh. Cukup dikendorkan saja.



Naikkan kendaraan dengan dongkrak untuk memasang stand jack. Ini karena kendaraan ground clearance sudah cukup tinggi untuk melepas mur baut. Akan terasa melelahkan melepas mur baut jika kendaraan sudah digantung dengan stand jack. 
Selanjutnya, menyiapkan bak untuk menampung oli. Pelumas harus dikeluarkan sebelum melepas gardan. Kalo tidak nanti tumpah saat bak persneling digeser dan diturunkan.



Ganti mur penahan bak persneling denga mur yang panjang. Baut pada bagian ujungnya. Sebelumnya tahan bak perseneling dengan dongkrak. Lepaskan dongkrak perlahan. Goyang dan geser dengan sedikit ditarik kebelakang.

Setelah bak persneling lepas dari mesin, jika dirasa perlu, lepaskan mangkok bak persneling. Kopling dan tutupnya dilepas.



Bersihkan, mumpung dilepas. Pasang kopling dan tutupnya yang baru. Pasang kembali mangkok bak persneling. Pasang bearing pada as bak persneling.



Satukan kembali bak perseneling dengan mesin. Ini bagian yang gampang susah. Selain menahan berat juga harus pas waktu mendorong memasukkan as bak pesrsening.

Kencangkan kembali mur bautnya. Pasang tuas persneling dan rapikan konsolnya. Setel kekencangan kabel kopling. Cek pedal kopling. Siap untuk dicoba.



 




Senin, 18 Oktober 2021

Menengok Bapak

بِسْمِ اللّٰهِ

16 September ke Yogya setelah lama tak menengok bapak akibat adanya pandemi covid19. Lalu lintas banyak dibatasi juga pergerakan manusia. Dua tahun kurang lebih, tak bertemu dengan bapak. Apalagi kondisi bapak yang semakin uzur. Ketika kondisi membaik dengan melandainya kasus covid19, pembatasan mulai dikendurkan, saat untuk berkunjung. Kami berangkat dengan 2 kendaraan, bareng adik ipar.

Jalan tol lancar, hanya karena kendaraan sedikit ada masalah sehingga agak terhambat. Jumat tiba di Yogya jam sekitar 17.00. Sholat jumat dan istirahat di Solo.

Istirahat di Rest Area 379, Grimgsing

Alhamdulillaah, kondisi bapak secara keseluruhan baik. Yang jadi masalah pada prostat. Akan periksa lagi pada minggu depan, sayang kami sudah pulang.Begitulah kalo tidak direncana. Tapi kalo direncana, malah banyak batalnya. Acara membereskan rumah adalah tujuan lain selain menengok bapak. Salah satunya adalah garasi. Banyak barang menumpuk di sana sehingga mobil gak bisa masuk. Parkir di luar. 


Ke makam ibu dan Bapak + ibu Suko



Pulang dari makam, mampir makan

Setelah mengumpulkan barang yang akan dibuang di garasi untuk nanti diambil pengepul, kami pergi ke kaliurang untuk sedikit melepas penat. 





-7.6017474,110.4493987 lokasi sekitar ini

Tibalah Senin, saatnya kami pulang. Pagi hari adik berangkat dulu ke Solo dan kami menyusul sekitar jam 10.00 berangkat dari yogya.